My expecting baby…

Posted Maret 24, 2009 by chova
Categories: Tidak terkategori

Geliat-geliat dan tendangan-tendangan lembut itu terasa lagi..apalagi ketika aku duduk terlalu lama. Ah anakku….semoga kau nyaman di rahim ibu. Ibu selalu khawatir ketika melihat dunia sekarang. Ibu takut kau tak senyaman sekarang, kau tak seaman sekarang. Bukannya ibu takut tak bisa melimpahimu dengan materi, apalagi kasih sayang. Bukan itu…

Ibu hanya takut kelak kau  jauh dengan Tuhanmu, Allah SWT yang telah begitu baik menjagamu. Ibu takut kau lebih dekat dengan tuhan-tuhan baru yang lebih memikatmu. Ibu hanya takut kau tak lagi mengenal rasulmu, Muhammad SAW, Para Khalifah dan Tabi’in. Ibu takut kau lebih mengenal David Beckham, Ariel P-Pan, Afdel, dan personil slank. Ibu hanya takut kau tak lagi mengenal Khadijah, Ummu Halah, Zaenab, Aisyah, Asiyah, Mariatul Qibtiyah dan Ummu Haram. Ibu takut kau lebih menyukai Agnes monica, Britney spears, Winfrey, dan aura kasih. Itu yang sangat Ibu takutkan nak….

Ibu tidak ingin melihat kau tumbuh menjadi seorang penyanyi apalagi dengan goyang erotis.

Ibu tidak ingin kau tumbuh menjadi model yang mempertontonkan auratnya dengan bangga tanpa dosa.

Ibu tidak ingin kau menjadi pejabat-pejabat korup yang suka memakan harta rakyat.

Ibu tidak ingin kau menjadi sekutu musuh-musuh Allah.

Ibu tidak ingin nak….

Ah anakku…..

Kelak jika kau laki-laki,

Ibu hanya ingin kau meneladani Muhammad SAW,  seadil Umar, secerdas Ali, sepemberani Hamzah, takut memakan yang bukan haq seperti Harist Almuhasibi.

Kelak jika kau perempuan,

Ibu ingin kau semulia Khadijah, secerdas Aisyah, berpendirian seperti Asiyah, berbudi baik seperti Fatimah, sedermawan Zaenab.

Bantu Ibu dan Bapak lebih dekat dengan Allah nak……………..

Sebuah Do’a

Posted Desember 22, 2008 by chova
Categories: Tidak terkategori

Do’a sang Pengantin

Ya Allah, andai engkau berkenan
Limpahkan kepada kami
Cinta yang Kau jadikan pengikat rindu
Rasulullah saw dan Khadijah Al-Kubra
Yang Kau jadikan mata air kasih sayang
Imam Ali dan Fatimah Az-zahra
Yang Kau jadikan penghias keluarga
NabiMu yang suci

Ya Allah, andai semua itu tak layak bagi kami
Maka cukupkanlah permohonan kami
Dengan ridlo-Mu
Jadikanlah kami suami-istri yang
Saling mencintai dikala dekat
Saling menjaga kehormatan dikala jauh
Saling menghibur dikala duka
Saling mengingatkan dikala bahagia
Saling mendoakan dalam kebaikan dan ketakwaan
Saling menyempurnakan dalam peribadatan

Ya Allah, sempurnakanlah kebahagiaan kami
Dengan menjadikan pernikahan ini
Sebagai ibadah kepada-Mu
Dan bukti ketaatan dan cinta kami
Kepada sunnah keluarga rasul-Mu

Dalam Matsnawi, Maulana Jalaluddin Rumy
“Berdendang tentang cinta”


Sesungguhnya tak pernah sang kekasih mencari tanpa dicari kekasihnya
Apabila kilat cinta telah menyambar hati yang ini, ketahuilah ada cinta dalam hati yang lain.
Apabila cinta Allah bertambah besar di dalam hatimu, pastilah Allah menaruh cinta atasmu.
Tak ada bunyi tepuk tangan hanya dengan satu tangan, tanpa tangan yang lain.
Kebesaran illahi adalah takdir dan ketetapan yang membuat kita cinta satu sama lain. Karena takdir itu, setiap bagian dunia ini, dipertemukan dengan jodohnya.
Jalaludin Rumi……

Rehat yuk…

Posted Desember 22, 2008 by chova
Categories: edu

Laskar Pelangi

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya
Laskar pelangi
Tak kan terikat waktu
Bebaskan mimpimu di angkasa
Warnai bintang di jiwaMenarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang Kuasa
Cinta kita di dunia
Selamanya

Cinta kepada hidup
Memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil
Tapi cinta lengkapi kitaLaskar pelangi
Tak kan terikat waktu
Jangan berhenti mewarnai
Jutaan mimpi di bumiMenarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang Kuasa
Cinta kita di dunia…………….
Selamanya

Laskar pelangi
Tak kan terikat waktu

Untuk guru-guru terbaik Indonesia, khususnya yang ada di pelosok-pelosok negeri. Yang masih bisa tersenyum meski kehidupan yang sulit makin menghimpit, yang terus berjuang melukis lengkung cawan yang sempurna di bibir anak-anak Indonesia, yang selalu berusaha menjaga mimipi-mimpi itu tetap ada, yang tetap berdiri lincah dan bersemangat di depan kelas meski teman-temannya berdiri gagah di jalan raya menuntut kenaikan gaji………………
Keep on istiQomah yaa……………………
Meski pemerintah kadang tak adil pada kita.
Yakinlah bahwa Tuhan pasti adil pada kita.
insyaAllah……………………………………………

Pembelajaran yang menyenangkan

Posted Desember 6, 2008 by chova
Categories: edu

ROLE-PLAY

Pembelajaran bisa dikatakan berhasil jika para siswa termotivasi untuk selalu belajar, selalu berpartisipasi aktif dan penuh semangat dalam setiap pelajaran yang diberikan oleh guru. Untuk itulah dewasa ini sangat diperlukan kemampuan dan kreatifitas guru dalam mendesain metode pembelajaran yang bisa memotivasi belajar siswa sehingga tercapai prestasi belajar yang optimal.

Dalam pembelajaran speaking, ada beberapa metode belajar yang bisa dijadikan sebagai alternative bagi para pendidik untuk menyampaikan materi pelajaran di dalam kelas. Salah satunya adalah metode Role-Play atau bermain peran.

Role-Play atau biasa disebut dengan bermain peran merupakan metode pemebelajaran yang mengajak siswa untuk mengimajinasikan dirinya berada pada suatu kondisi di luar kelas, atau memerankan tokoh lain dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan konteks.[1] Senada dengan yang dikatakan oleh Harmer (1998) dalam bukunya yang berjudul “How To Teach English, An Introduction To The Practice Of English LanguageTeaching” mengemukakan bahwa:

Role-play activities are those where students are asked to imagine that they are in different situations and act accordingly.

Azies dan Alwasilah (1996: 95-101) mejelaskan dalam bukunya bahwa teknik bermain peran banyak dipakai dalam pengajaran bahasa karena kegiatan belajar dan mengajar dengan menggunakan metode ini sangat menyenangkan. Bermain peran bisa dilakukan dengan mengikuti dialog yang ada dalam wacana, bisa berperan bebas sesuai dengan imajinasi, memerankan berbagai peran yang berbeda; berbeda dalam moods (senang, sedih, bosan, marah, gembira dan sebagainya), atau dalam memerankan suatu hubungan (misalnya berperan sebagai orang tua dan anak, suami dan istri, dan sebagainya).[2] Kegiatan ini juga bisa dilakukan dengan menggunakan role-cards dan dibagikan pada masing-masing kelompok.

Dalam melaksanakan teknik bermain peran ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya memilih peran. Dalam kegiatan ini, para siswa memiliki identitas baru sesuai dengan tokoh yang diperankannya. Latihan menjadi orang lain ini menjadi simulasi.

Kegiatan ini bisa dilakukan dengan berpasangan. Setelah itu beberapa pasang yang lain diminta tampil untuk mengulangi percakapannya. Dalam bermain peran ada dua atau lebih yang dipraktekan oleh para siswa. Para siswa terlebih dahulu diberi ungkapan-ungkapan berupa kalimat dan kosa kata yang berkaitan dengan topik pembicaraan pada sesi tertentu. Jadi bermain peran bisa diadakan dengan mengaplikasikan bentuk-bentuk bahasa yang ada dalam dialog. Mungkin saja bermain peran ini tidak murni komunikatif tetapi kegiatan ini merupakan bentuk lain latihan komunikasi. Adapula bermain peran yang bebas yaitu para siswa hanya diberi bentuk bahasa lisan kemudian mereka sendiri yang membuat skenarionya. Mungkin tipe ini lebih disenangi para siwa karena mereka memiliki beberapa keunggulan, tipe ini memberikan kesempatan pada siswa untuk berimprovisasi dalam menggunakan bahasa inggris yang biasa diucapkan dalam kehidupan sehari-hari serta memotivasi siswa untuk lebih kreatif.[3]

a. Tujuan Penerapan Metode Role-Play

Pengajaran bahasa asing, dalam hal ini bahasa inggris, yang berorientasi pada kemampuan berkomunikasi memiliki tujuan mengembangkan pembelajaran agar mampu berkomunikasi dalam bahasa asing yang dipelajarinya. Itulah sebabnya pemilihan bahan ajar tidak bisa dilepaskan dari teknik pengajaran yang berorientasi pada keterampilan berbahasa secara aktif.

Tujuan metode ini adalah agar para siswa dengan kebebasan sendiri dapat menggambarkan suatu kejadian dan mengimplementasikan tindak tutur yang berupa kalimat-kalimat fungsional yang diberikan dengan teknik bermain peran sehingga para siswa mampu menggunakan ungkapan fungsi bahasa yang bisa menghidupkan suasana kelas.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa terutama berbicara (speaking skill) dan menyimak (listening skill) serta untuk meningkatkan motivasi belajar siswa untuk berbicara bahasa inggris.

b. Langkah-Langkah Pelaksanaan Metode Role-Play

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam melaksanakan metode role-play adalah:

  1. Guru membagi siswa dalam kelompok, setiap kelompok bisa terdiri dari empat atau enam siswa.
  2. Situasi dan problem yang dipilih sesuai dengan kemampuan dan menarik minat.
  3. Guru membagikan role-cards pada masing-masing kelompok, setiap individu dalam kelompok mendapatkan satu role-card.
  4. Guru menyuruh tiap kelompok berdiskusi untuk menentukan ‘siapa yang memerankan siapa’.
  5. Tiap kelompok membuat sendiri dialog sesuai dengan situasi, masalah, dan peran yang akan dimainkan.
  6. Guru menyuruh tiap kelompok untuk memulai bermain peran di depan kelas satu per satu.
  7. Guru menetapkan peranan pendengar.
  8. Kelompok lain yang belum ­perform menyimak dan mencatat kesalahan-kesalahan bahasa yang digunakan.[4]

c. Kelebihan dan Kelemahan Metode Role-Play

Setiap metode pembelajaran pasti ada kelebihan dan kelemahannya. Berikut ini adalah kelebihan dan kelemahan dari penerapan metode role-play.

  1. Kelebihan metode role-play
    • Siswa bisa berperan bebas sesuai dengan imajinasi.
    • Metode ini merupakan salah satu cara yang memberikan kesempatan pada siswa untuk berimprovisasi mempraktekkan real-life spoken language dalam kelas.
    • memacu kreativitas siswa dalam mempraktekkan apa yang telah mereka ketahui, memperbaiki kekurangannya dan mengembangkan pengetahuan-nya.
    • Kelas menjadi lebih aktif tetapi terkendali dibawah bimbingan guru.
    • Siswa dapat bersenang-senang karena metode ini memungkinkan terciptanya suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan.
    • Metode ini disamping mengasah kemampuan berbicara (speaking skill) sekaligus mengasah kemampuan menyimak (listening skill)
    • Metode role-play merupakan bentuk dari speaking activity yang memberikan kesempatan pada siswa untuk memainkan sebuah peran, memberikan feedback bagi guru dan siswa, serta dapat memotivasi siwa karena kegiatan ini menarik dan menyenangkan.
  2. Kelemahan metode role-play
    • Metode ini menjadi tidak efektif ketika siswa kesulitan atau terkadang merasa malu dan tidak percaya diri memerankan perannya.
    • Terkadang siswa bingung dengan apa yang harus dilakukan karena penjelasan dan instruksi yang kurang jelas.

Terlepas dari itu semua, apapun, bagaimanapun dan sebaik apapun metode yang dipakai dalam suatu pembelajaran tidak akan berjalan dengan sempurna tanpa dibarengi otak guru yang ’sempurna’ pula. Guru tidak harus sejenius Einstein untuk menjadi sempurna, meski terkadang kejeniusan diperlukan disini. Guru hanya perlu sedikit kreatif, inovatif dalam menggunakan metode-metode pembelajaran, bersemangat dalam setiap kegiatan belajar-mengajar, mampu menularkan semangat pada siswa, serta mampu membaca situasi kelas. Keberhasilan seorang guru tidak hanya dilihat dan diukur dari keberhasilan seorang siswa mengumpulkan nilai-nilai yang sempurna dalam raportnya, lebih besar dari itu, guru bisa dikatakan berhasil ketika para siswanya bisa menerapkan apa yang guru ajarkan dalam kehidupan nyata. Sebuah nilai konkrit di dunia nyata.

Semoga kita, para guru terbaik Indonesia, bisa selalu mempersembahkan yang terbaik bagi siswa-siswi kita. Amiiin…………………

Author: Chova

Pendidik di sebuah sekolah dasar Islam swasta


[1] Penny Ur. A Course in Language Teaching: Practice and Theory. Cambridge University Press: Britain. 1996. hal 131

[2] Ibid. hal 132.

[3] Ibid. 133

[4] Jeremy Harmer, How To Teach English, An Introduction To The Practice Of English Language Teaching, Addison Wesley Longman: England. 1998. hal.93

Only About Me!!

Posted Oktober 17, 2008 by chova
Categories: AKU

Only About Me!!
Salam ‘alaikum! Saya Shofa, kawan-kawan yang kenal saya biasa memanggil Chope, Nchop, Ncup, Copa dst…(yang terakhir saya kurang suka karena bagi saya pribadi artinya kurang enak didengar, bahkan menjijikkan!hiiiy…untuk lebih jelasnya liat kamus Bahasa Madura-Jawa atau Madura-Indonesia). Dilahirkan dan dibesarkan di kota tembakau tidak lantas membuat saya menggandrungi tanaman itu, malah anti! Poko’e No Smoking-lah!^_^’’. Saya baru empat bulan menjadi guru Elementary School , cita-cita yang dari dulu saya idam-idamkan….akhirnya…., dan masih sangat minim pengalaman!! Alhamdulillah..suami saya yang imut n lucu seorang pendidik juga. Setidaknya saya masih punya seseorang yang bisa saya jadikan perpustakaan! Hehe..afwan ya cayang. Sebenarnya sebelum di SD, saya sempat mengajar anak-anak Aliyah. Suungguh, ini merupakan pengalaman yang sangat berbeda. Bagaimana tidak? Usia mereka terpaut sangat jauh, masalah yang mereka hadapi pun sangat berbeda, alhasil strategi pembelajaran yang saya gunakan pun jadi berbeda. Karena masih sangat minim pengalaman, saya pernah gagal dalam mengajar! Down?pasti. Bingung? Iya.. sempat ingin menyerah? Pernah… tapi saya ingat bahwa innallahu ma’ana!!Selalu ada jalan bagi segala kesusahan. Namun terlepas dari itu semua, menjadi guru (apapun, entah TK, SD, SMP, SMU, University?) sangat menyenangkan!! Bukankah begitu wahai guru-guru Indonesia? Saya jadi ingat obrolan kawan-kawan saya seperjuangan di SD Islam swasta tempat kami mengajar, mendidik, sekaligus mencari ilmu, bahwa guru negeri tak mengajar tetap digaji tapi guru swasta tak digaji tetap mengajar hwehehehe…..tapi kami selalu digaji kok…alhamdulillah…….yaah… semoga gaji tak menyilaukan mata kami, sehingga keikhlasan kami dalam mengajar dan mendidik anak-anak tetap terjaga, aamiiin…
Untuk semua guru Indonesia! Khususnya para guru baru, Join and share your amazing extraordinary experience being teacher with me! Untuk guru-guru Indonesia yang sudah full pengalaman, share juga dong………bantu junior2 anda dalam mencerdaskan anak bangsa! Allahu Akbar!!Merdeka!

How Come?!!

Posted Desember 2, 2007 by chova
Categories: curhat ye..

Suati hari saya berjalan-jalan di Plaza Downtown, ritual biasa ketika suasana hati sedang buruk. Tak ada barang yang saya beli disana karena memang tujuan awal datang bukan belanja, hanya sekedar window shopping. Kemudian saya memutuskan mencari tempat duduk ketika kaki terasa kesemutan dan pegal. Kebetulan bangku yang saya duduki begitu strategis hingga mata saya bisa menyapu hampir seluruh sudut perbelanjaan. Ketika sedang memandangi orang-orang yang berlalu lalang, mata saya menangkap sesosok gadis berbalut kaos ketat dan jeans yang warnanya pun hampir pudar. Rambut sebahunya dibiarkan tergerai dengan poni menyamping. Rasa-rasanya kok pernah kenal? Batin saya. Orang itu semakin mendekat dan…
“Ya Allah! Nia?” pekik saya.
Mungkin suara saya terlalu keras hingga membuat perhatian orang-orang di sekeliling sedikit tersita mengarah pada saya. Pun juga gadis itu.
“Kamu Nia? Nia Ma’had Hijau itu kan?” ulang saya, kata ma’had sengaja saya tekankan untuk memberi kesan penegasan.
Dahi gadis itu sedikit mengernyit, seperti mencoba mengumpulkan kepingan-kepingan kenangan yang terserak.
‘Iya, kamu… Liya? Liya kamar 3 itu kan?!’ saya mengangguk sambil tersenyum.
ternyata benar, dia Nia yang dulu saya kenal. Nia yang dulu kalem dan sederhana. Nia yang paling rajin memukul-mukulkan gayung pada daun pintu ketika kami, penghuni kamar 3 Ma’had Hijau, tidak juga bangun dan bergegas ke kamar mandi mengambil air wudhu’. Nia yang begitu alim di mata kami. Dan sekarang saya begitu takjub memandangnya, dia terlihat sangat berbeda!. Wajah yang dulu kalem yang hanya tersaput bedak tabur kini merona merah muda. Cukup terlihat meski samar. Dan yang paling membuat saya ternganga, bajunya! Astaghfirullah… hot nut!
“Waduuh, tambah sehat saja nih! Sekarang lagi ngapain aja?”
“Yah, biasalah..kuliah, aku juga ikut kegiatan di organisasi..bla..bla.. juga ikut bla…bla…bla…”
Dan cerita pun mengalir, tentang teman-teman kampusnya, tentang seabrek kegiatannya, juga hal-hal yang sama sekali nggak penting, sekedar basa-basi.
Saya hanya tersenyum menanggapi cerita-cerita yang mengalir, pertanyaan-pertanyaannya pun saya jawab sekedarnya. Saat itu pikiran saya hanya dipenuhi satu pertanyaan, pertanyaan yang ingin sekali saya ajukan pada Nia, tapi selalu urung. Rasa takut menyinggung perasaan, riskan, juga takut dibilang mencampuri urusan orang lain membuat saya menekan pertanyaan itu. Tapi saya benar-benar penasaran!
“Eee…Nia, emmm…boleh Tanya?” Nia hanya diam, tapi alis matanya mengatakan iya.
“Itu…udah nggak pake’?” Tanya saya sambil mengarahkan telunjuk pada kepala.
Nia hanya tertawa kecil.
“Ooh, ini…? nggak”.
“Nggak?? Maksudnya?”
“Ya..nggak, nggak pake”.
“Kok?”
Lagi-lagi dia hanya tertawa.
“Iya, aku sekarang sudah nggak pake’ lagi. Gerah! Pake’nya ya cuma pas pengajian aja… Lagipula rambutku sering rontok kalo pake’ kerudung. Saran temen-temen sih disuruh lepas, ya udah aku coba, eee…ternyata benar lho!”
Ya Allah, Cuma itu alasannya? Hanya karena rambut rontok?
Saya begidik. Ternyata Nia memang benar-benar telah berubah!
“Nia, ehm..sekarang keliatan tambah langsing loh…”
“O ya? Masa’ sih?” katanya dengan nada sangsi. Tapi saya menangkap semburat kebanggaan yang coba ia sembunyikan di wajahnya. Kebanggaan karena baju yang ia kenakan mampu mempertontonkan tubuh langsingnya, mungkin.
Bukankah ini wajar kalau seorang gadis merasa senang dan bangga ketika dikatakan cantik? Dan menurut kacamata orang barat, definisi cantik adalah mereka yang mempunyai tubuh langsing dan aduhai?
Masya Allah………
Kemudian kepingan-kepingan kenangan itu terkumpul satu-satu, merangkai sebuah album kenangan masa lalu, ketika kami masih di Ma’had Hijau. Terbayang wajah-wajah jengkel para murabbiyah ketika melihat kami keluar kamar tanpa kerudung. Mereka bertambah jengkel melihat kami memakai kerudung ala mbak tutut ketika mengaji sorogan.
Dulu kami sering kali menangis saat mendengar wejangan Romo kyai, gus, neng, ustadz/ustadzah tentang adzab Allah SWT, sekilas terlihat seperti mengendap di dasar hati. Dulu kami begitu ngati-ngati dalam segala hal, apalagi pada sesuatu yang sifatnya subhat. Dulu kami sangat menjaga kehormatan kami, baju yang kami pakai, dandanan juga jilbab. Dan sekarang???…… Tiba-tiba dada saya berdesir miris. Dan memandang Nia smembuat saya semakin tak percaya, kenapa sekarang begitu berani? Kemana perginya hati yang dulu begitu takut pada adzab Tuhan? Terbang kemanakah ayat-ayat yang dulu selalu kami jadikan pegangan?
Seperti potongan-potongan gambar buram membentuk slideshow, terlihat wajah Romo Kyai sedang menasehati para santri dengan berapi-api, para santri yang serius menyimak, kerumunan santri dengan baju panjang selutut dan kerudung menjulur menutupi dada juga kitab di pangkuan, dan…….gambar-gambar itu semakin buram. Semakin tak jelas dan perlahan hilang memudar.

Teruntuk hati yang terbalut lumpur Taukah kau kapan pertama kali out of control?

Assalamu’alaikum kawan……..

Posted November 3, 2007 by chova
Categories: Tidak terkategori

Duh……rasanya sejuuk…..banget ketika mendengar salam dari seorang teman.

Apalagi kalau ada bonuz SMILEnya…….tambah adeeeeem..

Salam bukan hanya berarti do’a akan tetapi merupakan benang tipis pengikat kebersamaan,

meski sering kali kita tidak sadari. Coba saja ketika kita berpapasan dengan seorang teman, lebih-lebih kerabat, tanpa mengucapkan salam. Boleh jadi kita dapat predikat baru “sombong”. Hiii….syerem kan..untuk itu, mari tebarkan salam di muka bumi!!